Anggaran Makan WBP Lapas Padangsidimpuan Rp.6,35 Miliar Disorot, Aktivis Desak Transparansi Pengelolaan Dana
i-cepat.com - Padangsidimpuan – Anggaran pengadaan bahan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Padangsidimpuan tahun 2025 sebesar Rp6.351.641.000 menjadi sorotan sejumlah aktivis dan masyarakat. Besarnya nilai anggaran tersebut mendorong desakan agar pengelolaannya dilakukan secara terbuka dan transparan.
Sebagai bentuk pengawasan, Aliansi Pers dan Mahasiswa telah melayangkan surat konfirmasi kepada Kepala Lapas Kota Padangsidimpuan pada 24 Juni 2026. Surat tersebut berisi permintaan penjelasan terkait penggunaan anggaran pengadaan bahan makanan bagi WBP.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 29 Juni 2026, aktivis Lahuddin Siregar kembali mendatangi Lapas untuk menanyakan tindak lanjut atas surat konfirmasi tersebut. Dalam pertemuan itu, ia ditemui oleh Humas Lapas, David Pardede.
David Pardede menyampaikan bahwa pihak Lapas masih menunggu koordinasi dari pihak terkait mengenai penggunaan anggaran tersebut. "Masih menunggu koordinasi dari pihak terkait mengenai penggunaan anggaran tersebut," ujar David kepada Lahuddin Siregar.
Menanggapi hal itu, Lahuddin Siregar mengaku belum memperoleh jawaban tertulis sebagaimana yang diharapkan. Menurutnya, hingga saat ini pihak Lapas belum memberikan penjelasan resmi terkait isi surat konfirmasi yang telah disampaikan.
"Pertemuan dengan humas belum menghasilkan jawaban tertulis atas surat konfirmasi kami. Aneh, humas yang ditugaskan Kalapas untuk menemui kami," kata Lahuddin kepada awak media.
Besarnya anggaran pengadaan bahan makanan tersebut pun menjadi perhatian masyarakat Kota Padangsidimpuan. Mereka berharap pihak Lapas dapat memberikan informasi secara terbuka sebagai bentuk transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.
Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas mengenai penggunaan anggaran tersebut, sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi maupun persepsi negatif di tengah publik.
(R. Mangunsong)
Komentar
Posting Komentar