DLH KAB BOGOR DIAM! DUGAAN LIMBAH B3 DI LULUT DUGA TEWASKAN WARGA KLAPANUNGGAL


i-cepat.com - BOGOR - Pembiaran bertahun-tahun terhadap TPA Sampah Lulut dan aktivitas penjemuran limbah ayam di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, diduga kuat telah memakan korban jiwa.Seorang warga bernama KANDI meninggal dunia pada Agustus 2026. Almarhum diketahui tinggal bersama keluarga di gubuk tidak layak di lahan garapan, tepat di samping lokasi penjemuran limbah. Satu minggu sebelum meninggal, almarhum sempat diwawancarai aktivis."Beliau nanam apa aja buat bertahan hidup. Pas ada masalah baru, di sampingnya dibuka penjemuran limbah baunya luar biasa. Sekarang keluarga beliau sudah mengungsi," kata Rony, warga yang peduli lingkungan setempat, Selasa [9/9/2026].Fakta di Lapangan:TPAS LULUT: Pola buka-tutup-pindah terus berulang. Setiap ditutup karena protes warga, muncul lagi beberapa ratus meter dari titik semula.PENJEMURAN LIMBAH AYAM: Beroperasi terbuka berseberangan dengan TPAS. Bau menyengat hingga radius 500 meter. Diduga kuat mengandung Limbah B3.DUGAAN LIMBAH B3: Ditemukan gallon bekas air mineral berisi cairan hitam. Diduga limbah B3 yang seharusnya dimusnahkan sesuai aturan.KORBAN LAIN: Selain almarhum Kandi, ada SUTISDEN / Mr.X, warga sebatang kara yang hingga kini masih tinggal di gubuk pinggir TPAS.PLANG PERINGATAN: Di lokasi terpasang plang "Area Berbahaya Milik PT SBI", namun aktivitas pencemaran tetap berjalan.Warga mendesak DLH Kabupaten Bogor segera turun lapangan, menyegel lokasi, dan menindak tegas. Pengujian laboratorium dan keputusan hukum diserahkan kepada Lembaga Penegak Hukum yang berwenang. Jika tidak ada tindakan dalam 3x24 jam, warga akan melapor ke DLHK Provinsi Jawa Barat, Gakkum KLHK, dan Kepolisian."Ini sudah bukan soal bau. Ini soal nyawa manusia. Masa warga tersiksa di tanahnya sendiri yang kaya sumber daya alam," tegas Rony.


Narasumber: Rony ( 0859-2354-1445 )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Camat Angkola Selatan Dody Kurniawan Diduga Tilep Anggaran Makan-Minum dan Perjalanan Dinas Dalam Kota Rp.495 Juta tahun 2024

Bantuan Program Revitalisasi PAUD Di Tapanuli Selatan Tidak Melibatkan Warga Sekitar dan Diduga Jadi Ajang Korupsi

Dua Mantan Petinju Profesional Nasional Siap Turun Gunung dalam Laga Revans Eksebisi